Kalau kecelakaan karena mengantuk, bisa dihukum ngga sih?

Baru-baru ini publik sedang digemparkan dengan adanya video yang memperlihatkan orang yang sedang berfoto-foto di atas motor ditabrak oleh mobil Fortuner yang sedang mengebut, dugaan awal mengatakan bahwa pengemudi tersebut di duga mengendarakan mobilnya dengan keadaan mabuk namun tidak lama berselang diketahui bahwa pengendara tersebut mengendarakan kendaraan bukan sedang mabuk melainkan sedang mengantuk oleh karena nya dijerat dengan Pasal 310 ayat (1) dan ayat (3) juncto Pasal 283 juncto 229 ayat (4) UU Nomor 22 tahun 2009 tentang LLAJ (Lalu Lintas dan Angkutan Jalan). Terkait dengan hal tersebut mari kita ketahui apa sih isi dari pasal yang di terapkan bagi orang yang mengendarakan kendaraannya dalam keadaan mengantuk:

Pasal 310 ayat 1:

Setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor yang karena kelalaiannya mengakibatkan Kecelakaan Lalu Lintas dengan kerusakan Kendaraan dan/atau barang sebagaimana dimaksud dalam Pasal 229 ayat (2), dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) bulan dan/atau denda paling banyak Rp1.000.000,00 (satu juta rupiah)

Pasal 310 ayat 3:

Setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor yang karena kelalaiannya mengakibatkan Kecelakaan Lalu Lintas dengan korban luka berat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 229 ayat (4), dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan/atau denda paling banyak Rp10.000.000,00 (sepuluh juta rupiah).

Pasal 283:

Setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor di Jalan secara tidak wajar dan melakukan kegiatan lain atau dipengaruhi oleh suatu keadaan yang mengakibatkan gangguan konsentrasi dalam mengemudi di Jalan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 106 ayat (1) dipidana dengan pidana kurungan paling lama 3 (tiga) bulan atau denda paling banyak Rp750.000,00 (tujuh ratus lima puluh ribu rupiah)

Pasal 229:

(1) Kecelakaan Lalu Lintas digolongkan atas: a. Kecelakaan Lalu Lintas ringan;
b. Kecelakaan Lalu Lintas sedang; atau
c. Kecelakaan Lalu Lintas berat.

(2) Kecelakaan Lalu Lintas ringan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a merupakan kecelakaan yang mengakibatkan kerusakan Kendaraan dan/atau barang
(3) Kecelakaan Lalu Lintas sedang sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b merupakan kecelakaan yang mengakibatkan luka ringan dan kerusakan Kendaraan dan/atau barang

(4) Kecelakaan Lalu Lintas berat sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf c merupakan kecelakaan yang mengakibatkan korban meninggal dunia atau luka berat
(5) Kecelakaan Lalu Lintas sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat disebabkan oleh kelalaian Pengguna Jalan, ketidaklaikan Kendaraan, serta ketidaklaikan Jalan dan/atau lingkungan

Jadi melihat kepada pasal-pasal yang dijerat kepada tersangka menurut kalian apakah sudah cukup atau perlu di cantumkan pasal lainnya?

Write a Reply or Comment